teks

Kartika Listyana Ningrum

Jumat, 30 Januari 2015


Tinkerbell Blue Glitter Wings

Selasa, 27 Januari 2015

Akuntansi Utang

A. Utang Jangka Pendek adalah kewajiaban yg diharapkan akan di lunasi waktu satu tahun/satu siklusnorma operasi perusahaan dg menggunakan sumber-sumber yg meupakan aktiva lancar atau dg menimbulkan jangka pendek lainnya.
     Yang termasuk Utang Jangka Pendek :
  1. Utang Usaha Dagang yaitu timbul karena pembelian /perolehan persediaan/barang atau penerimaan jasa dalam rangka kegiatan normal perusaah secara kredit
  2. Utang pembelian aktiva
  3. Biaya yg masih harus di bayar seperti bunga,sewa,upah pajak,dll
  4. pinjaman pada bank
B. Utang Jamgka Panjang adalah utang yg pelunasannya akandi lakukan dalam  waktu lebih dari satu tahun/akan dilunasi dari sumber-sumber yg bukan kelompok aktiva lancar
      Yang termasuk Utang Jangka Panjang :
  1.  Utang Hipotik
  2. Utang Obligasi
  3. Kredit Bank Jangka panjang
  4. Utang Wesel Jangka Panjang
Utang Jangka Panjang besarnya timbul karena kebetulan dana untuk pembelian aktiva tetap. Penambahan jumlah modal kerja permanen membeli perusahaan lain/melakukan pelunasan perusahaan
  • Utang Hipotik adalah hutang jangka panjang dg jaminan benda tidak bergerak. persetujuan tidak dibuat dg akte notaris semua biaya yg berkaitan dg hipotik seperti akte notaris provisi dll ditanggung oleh peminjam
contoh soal !
       Pada tgl 1 juli 1994 PT Amanah meminjam uang kepada BDN cabang kebayoran sebesar Rp 50.000.000 dg jaminan gedung dan tanahnya senilai Rp 100.000.000 lama pinjaman 5 Tahun bunga 12% setahun biaya yg diperhitungkan/dibebankan oleh Bank adalah sebagai berikut biaya akte Rp 250.000 dan provisi kredit 1%
Ditanyakan  :
  1. Jurnal pada saat penutupan hipotik
  2. Jurnal penyesuaian dan jurnal pembalik yg di perlukan
  3. Jurnal pada saat membayar angsuran pertama
Jawab
1. Jurnal pada saat penutupan hipotik (1 juli 1994)
                 Kas                                      Rp 49.500.000
                 Biaya akte dll                        Rp      250.000
                 Biaya Adm Bank                   Rp      500.000  +
                                                                         Rp 50.000.000

2a. Jurnal Penyesuaian (31 Desember 1994)
                Biaya Bunga          Rp 3.000.000
                          Utang Bunga            Rp 3.000.000
2b. Jurnal Pembalik (1 Januari 1995
                Utang Bunga          Rp 3.000.000
                          Biaya Bunga                Rp 3.000.000
3. Jurnal Pada saat membayar angsuran pertama kali (1 Juli 1995)
                Utang Hipotik        Rp 10.000.000
                Biaya Bunga          Rp   6.000.000
                              Kas                    Rp 16.000.000

Penjelasan :
1. Utang Bunga (1 Desember 1994) 1 Juli 1994 - 31 Desember 1994
       =50.000.000 x 6 x 12 = Rp 3.000.000 
                   12 x 100
2. Biaya bunga (1 Juli 1995) 1 Juli 1994 – 1 Juli 1995
            = 50.000.000 x 12% = Rp 6.000.000


Kamis, 22 Januari 2015

Faktur Pajak


       Faktur Pajak adalah bukti pungutan pajak yang dibuat oleh Pengusaha Kena Pajak (PKP) karena penyerahan Barang Kena Pajak (BKP) atau penyerahan Jasa Kena Pajak (JKP) atau oleh Ditjen Bea dan Cukai karena impor BKP.

Terdapat 3 (tiga) jenis Faktur Pajak menurut UU PPN, yaitu:
  1. FP Standar, termasuk dokumen-dokumen tertentu yang diperlakukan sebagai Faktur Pajak Standar;
  2. FP Gabungan dan;
  3. FP Sederhana.
      Faktur Pajak Standar Adalah Faktur Pajak yang dibuat sesuai dengan ketentuan sebagaimana ditetapkan dalam Kep. Dirjen. Pajak No. Kep-53/PJ./1994 tanggal 29 Desember 1994, yang wajib dibuat oleh PKP yang melakukan penyerahan BKP atau JKP pada atau setelah tanggal 1 Januari 1995.
      Bentuk Faktur Pajak Standar dibuat dengan ukuran kuarto yang isinya sesuai dengan ketentuan yang berlaku (SK. Dirjen Pajak No. Kep-53/PJ/1994 tanggal 29 Desember 1994).
      Faktur Pajak Standar harus dibuat sekurang-kurangnya dalam rangkap dua yaitu :
    • Lembar ke-1 : Untuk pembeli BKP atau penerima JKP sebagai bukti Pajak Masukan.
    • Lembar ke-2 : Untuk PKP yang menerbitkan Faktur Pajak Standar sebagai bukti Pajak Keluaran.
       Dalam hal Faktur Pajak Standar dibuat lebih dari rangkap dua, maka peruntukan lembar ketiga dan seterusnya harus dinyatakan secara jelas dalam Faktur Pajak yang bersangkutan; misalnya :
Lembar ke-3 : Untuk KPP dalam hal penyerahan BKP atau JKP dilakukan kepada Pemungut PPN.

Syarat-Syarat Faktur Pajak Standar :
       Faktur Pajak Standar harus memenuhi syarat formal maupun material. Yang dimaksud dengan syarat formal adalah bahwa Faktur Pajak Standar paling sedikit harus memuat keterangan:
  1. Nama, alamat, dan NPWP yang melakukan penyerahan atau pembelian BKP atau JKP;
  2. Jenis Barang atau Jasa, jumlah harga jual atau penggantian, dan potongan harga;
  3. PPN yang dipungut;
  4. PPnBM? yang dipungut;
  5. Kode, nomor seri dan tanggal pembuatan FP; dan
  6. Nama, jabatan, dan tanda tangan yang berhak.
Adapun yang dimaksud dengan syarat material adalah bahwa barang yang diserahkan benar, baik secara nilai maupun jumlah. Demikian juga pengusaha yang melakukan dan yang menerima penyerahan BKP tersebut sesuai dengan keterangan yang tercantum pada Faktur Pajak.

Senin, 19 Januari 2015

siklus penjualan

Siklus penjualan dan penerimaan kas dimulai dengan permintaan oleh pelanggan dan berakhir dengan perubahan barang atau jasa yang menjadi piutang usaha dan akhirnya menjadi uang tunai

Sistem Informasi Akuntansi yang membentuk siklus ini :

1.Sistem Penjualan Kredit

2.Sistem Penjualan Tunai

3.Sistem Retur Penjualan

4.Sistem Pencadangan Kerugian Piutang

5.Sistem Penghapusan Piutang



Minggu, 18 Januari 2015

www.facebook.com kapan selesainya ini makan dari tadi gak kelar-kelar

My career

career success is the goal of my life which I am going , I will strive to achieve success for the future of my career and for my parents proud
spirit